Headline, Antara Gengsi dan Keberuntungan

15 Sep 2013

Tantangan #30HariNonstopNgeblog ini bagi saya adalah untuk menantang diri sendiri. Bisa atau tidak saya konsisten menulis selama 30 hari berturut-turut. Dan, saya juga gak munafik, bahwa hadiah yang ditawarkan juga menggiurkan. Jadi gak bakalan nolak kalau dikasi *dijitak admin.

Karena dari awal saya tahu bahwa yang menjadi pemenang ajang lomba blog ini adalah berapa banyak tulisan yang menjadi headline (berita utama) di blogdetik. Dengan segenap kemampuan saya berusaha membuat tulisan terbaik. Awalnya sih saya pikir karena jumlah pageview yang menjadi tolok ukur. Karena itu saya mencoba membuat artikel yang sekiranya banyak dicari para pengguna internet. Mulai tema tentang keuangan, keluarga, resep masakan hingga tips ngeblog. Bahkan meminta tolong teman-teman di luar komunitas blogger untuk datang dan mengomentari tulisan saya. Ih niat banget yak *5 juta bok :D

Hingga memasuki akhir 1/3 dari waktu 30 hari, tepatnya hari ke 10. Tidak satu pun tulisan saya yang masuk jajaran headline. Saya mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang menentukan sebuah tulisan itu headline atau tidak? Dan jawaban itu saya dapatkan, “Tulisan Headline atau tidak tergantung dari penilaian admin blogdetik”.

Setelah tahu apa yang menentukan tulisan itu headline atau tidak. Saya jadi berfikir, mungkinkah admin blogdetik membaca semua tulisan yang masuk. Sebagai informasi, jumlah peserta awal lomba ini mencapai angka 316. Banyak banget kan? Serius tuh semua artikel dibaca? Dan apakah semua artikel sudah di cek memenuhi syarat minimal 350 kata?

Sejak hari pertama, saya sudah membaca dan mempelajari tulisan-tulisan yang menjadi headline di blogdetik. Dan sempat diskusi juga dengan seorang teman. Intinya ada beberapa poin yang saya catat mengapa sebuah tulisan menjadi headline versi admin blogdetik:

1. Judul yang menarik

Judul merupakan titik awal untuk melihat apakah isi tulisan itu menarik atau tidak. Semakin menarik judul tulisan, semakin kuat hasrat untuk membaca. Dan sayangnya, saya memang belum terlalu pandai membuat judul yang bombastis. Itu juga mungkin yang membuat tulisan saya kurang menarik ya.

2. Isi yang menyerupai berita

Beberapa tulisan yang menjadi headline menyerupai bentuk artikel untuk berita. Ada juga yang berisi motivasi diri. Nah, kalau cara bertutur saya, memang lebih ke arah cerita. Menceritakan pengalaman kemudian memberi analisa sesuai pemikiran saya. Dan walau pun sudah berusaha membuat artikel serupa berita atau motivasi, ternyata belum cukup memikat :)

3. Bahasa formal

Karena artikel yang ditampilkan berbentuk berita atau motivasi maka bahasa yang digunakan adalah bahsa yang baku (formal). Eh, tapi saya juga menemukan ada artikel yang memakai bahasa gaul tuh. Bahkan penulisannya jauh banget dari bahasa baku.

4. Posting di pagi hari

Karena admin blogdetik kan jam kerjanya pagi samapi sore (denger-denger sih) otomatis tulisan-tulisan yang di posting pagi hari (sekitar jam 8) peluangnya lebih besar untuk dibaca. Tapi, ada juga kok yang posting malam dan tetap jadi headline. So, poin ke 3 ini kebenaran cuma mencapai 50%.

Kalau ini yang mah jelas saya kagak bisa. Sebagai deadliner sejati, tentu saja saya menyalahi aturan kalau posting di pagi hari *dikeplak haha. Saya seorang blogger yang spontan. Jadi sangat sulit bagi saya untuk membuat draft tulisan dan kemudian ditayangkan di pagi hari. Sedangkan di pagi hari, saya juga jarang bisa menulis. Karena setelah subuhan langsung tidur lagi harus beres-beres rumah dan siap-siap berangkat kantor :P

Tentang headline ini sendiri ternyata menimbulkan banyak cerita di baliknya. Saya sempat mendengar kabar kalau beberapa penulis senior atau blogger senior yang tidak ada satu pun tulisannya yang masuk jajaran headline selama 20 hari berlangsungnya lomba ini. Sepertinya mereka langsung merasa, bagaimana mungkin tidak ada tulisannya yang masuk headline? Mungkin ada rasa tidak percaya bahwa tulisannya yang sudah malang-melintang di media massa dan beberapa kali memenangkan lomba-lomba menulis tidak ada satu pun yang dianggap layak untuk tampil di halaman muka situs blogdetik.

Ketika saya tahu bahwa syarat headline adalah penilaian dari admin blogdetik. Justru saya merasa lebih santai. Karena admin kan (juga) manusia, mereka pasti punya sisi subjektif masing-masing. Bukan berarti saya menuduh mereka mementingkan teman-teman yang sudah terlebih dahulu mereka kenal. Sama sekali bukan itu. Namanya manusia pasti punya kesukaan masing-masing. Jika memang tulisan saya tidak masuk headline, jadi memang taste mereka tidak cocok dengan jenis cara bertutur saya dalam tulisan. Bertolak dari pemikiran itu, saya jadi lebih bisa mengeksplore ide-ide yang ada di benak saya. Tidak lagi berpegangan harus menulis seperti itu dan ini. Alias kembali lagi ke gaya Ge-Je saya haha. Dan banyak juga loh, teman-teman yang tulisannya masuk sebagai headline seakan tidak percaya akan hal itu. Jadi saya lebih suka menyebut headline itu sebagai keberuntungan yang manis.

Beberapa hari lalu saya mendapat berita yang cukup menggembirakan. Dari blognya Mas Agus, tentang 100 blog di blogdetik yang mendapat traffic tertinggi. Dan blog saya yang baru berusia 1 bulan lebih dikit, dengan postingan yang berjumlah 30 tulisan ini nangkring di nomer 57. Dengan total pengunjung 43.902. Huaaaah, seneng banget. Padahal baru sebulan ya bok. Dan alexa-nya juga sudah satu jutaan.

afaadf5fe43274c1384441b749db3f7a_blogdetik

Ucapan Terima Kasih

Di tulisan kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak berkenaan dengan diadakannya lomba ini

1.Blogdetik

Terima kasih kepada blogdetik (admin dan panitia) karena sudah mengadakan event yang menantang ini. Saya seperti keluar dari zona nyaman saya selama ini. Yang menulis jika hanya ingin menulis. Dengan mengikuti acara ini saya jadi bisa mengeluarkan banyak ide-ide sederhana untuk dijadikan tulisan. Tidak perlu ide yang bombastis untuk membuatnya menjadi sebuah tulisan yang layak dibaca, tapi dari de sederhana pun bisa menarik perhatian pembaca.

Saya jadi bisa mengetahui bahwa saya memiliki kemampuan untuk menulis minimal satu hari satu artikel. Hmmm…paling tidak saya mulai bertekad untuk mengisi blog-blog lain yang terbengkalai.

2. Teman-teman

Terima kasih kepada teman-teman saya:

a. Sesama blogger yang mengikuti event ini, saling menyemangati hingga garis finish. Aaaah…saya bakalan kehilangan momen-momen saling berkomentar di grup Facebook #30HariNonstopNgeblog. Bagaimana hingar-bingar menjelang deadline sesama deadliner sejati memang tiada duanya haha. Ill miss U, guys.

b. Sesama blogger di luar peserta event ini yang telah sudi untuk datang dan mengomentari tulisan-tulisan yang walau pun kadang Ge-Je. Komentar-komentar kalian kok malah lebih berbobot daripada tulisan saya sih wkwkwk.

c. Teman-teman blogger yang sudah dengan hati ikhlas menolong mencantumkan link blog saya di side bar blg mereka, dengan harapan akan banyak yang berkunjung ke mari. Peluk satu-satu.

d. Teman-teman non blogger yang sudah saya repotkan karena saya minta untuk mengunjungi blog saya di awal event ini. Makasi yaaaa.

Akhir kata (halah-halah), senang sekali bisa menjadi bagian dari event sebesar ini. Kalah dan menang dalam sebuah lomba adalah hal yang biasa. Bagaimana kita sudah konsisten menulis selama 30 hari berturut-turut adalah kerja nyata yang tidak bisa dipungkiri dan jika bisa mendapatkan hadiah hal tersebut adalah bonus.

Semoga setelah event ini kita tetap semangat untuk menulis.


TAGS 30HariNonstopNgeblog Blogdetik Traffic Alexa Headline Blogdetik


-

Author

Follow Me